Summer has come and passed. The innocent can never last.
-Green Day (Wake Me up When September Ends)
Buat gue, dan mungkin buat semua orang, waktu berjalan begitu cepat. Sudah satu bulan penuh gue dan teman-teman sesama muslim lainnya kembali menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan. Selama Agustus ini kita berpuasa sampai akhirnya meraih kemenangan (insya Allah) pada 1 Syawal 1432 H. Melalui ini juga gue ingin ngucapin minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin.
September berarti musim panas bagi teman-teman yang berada di negara beriklim sub-tropis di mana terdapat banyak film bertema liburan dan keluarga di bulan ini, sudah mulai berakhir. September juga berarti “September Ceria” yang konon katanya milik kita bersama menurut Vina Panduwinata. September juga menjadi bulan yang akan sangat berkesan bagi rekan-rekan FEUI 2007, yang sesegera mungkin akan resmi meninggalkan statusnya sebagai mahasiswa. Lebih dari itu semua, buat gue, September ini bulan harapan. Suatu harapan berupa impian yang harus diperjuangkan, di mana Tuhan telah menunjukkan kuasanya kepada gue. Yeah, I’m just being adjusted!
Dan akhirnya gue mampu bertahan hidup sampe bulan ini. Kekhawatiran gue di beberapa postingan sebelumnya akhirnya akan segera berakhir. Jalan terang menuju impian itu mulai terlihat kembali walaupun tidak semulus yang gue harapin. Dia telah menunjukkan kuasanya, memperbaiki “jalur salah” yang udah gue ambil dan mengembalikannya ke jalur yang benar. Gue ga perduli kalo jalur yang gue punya sedikit berbeda dengan yang lain. Tapi gue percaya, apa yang Tuhan pilihin buat kita akan selalu jadi jalur yang terbaik, apa pun tujuan akhirnya nanti.
So, gue mulai bulan ini dengan Bismillah.. Gimana dengan lo?
Don’t despair and never loose hope
Cause Allah is always by your side
Insha Allah.. Insha Allah..
Insya Allah you’ll find your way
-Maher Zain (Insha Allah)